Bimtek Analisis Data Geospasial untuk Penanggulangan Bencana dan Tata Guna Lahan 2025/2026
- Kepada Yth
- Pemerintah Se Indonesia
Analisis Data Geospasial untuk Penanggulangan Bencana dan Tata Guna Lahan adalah pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan data geospasial untuk manajemen bencana dan perencanaan tata guna lahan. Bimtek ini akan membekali peserta dengan pengetahuan dan praktik terkait analisis data spasial, pemetaan digital, dan penggunaan perangkat lunak GIS (Sistem Informasi Geografis). Adapun Hasil Analisis Risiko secara geospasial mampu memvisualkan zona-zona mana yang harus dikendalikan dan zona mana yang bisa didorong untuk pembangunan. Dengan hal ini maka rekomendasi perencanaan mitigasi bisa fokus pada zona-zona yang berisiko. Zona berisiko sebaiknya menjadi prioritas pengendalian pemanfaatan ruang dan tidak menjadi zona yang didorong untuk tumbuh seperti untuk Pembangunan permukiman dan industri karena akan membahayakan Masyarakat yang beraktifitas di sana.
Manajemen bencana menjadi salah satu prosedur penting yang dikembangkan pada wilayah yang sering mengalami kejadian bencana, salah satunya adalah di Indonesia. Berbagai jenis bencana yang terjadi seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, gunung api, dan bencana lainnya mengharusnya sistem manajemen kebencanaan yang dibangun harus memiliki kelengkapan data dan informasi. Salah satu jenis data dan informasi penting yang harus tersedia adalah data yang memiliki aspek lokasi, yaitu data dan informasi geospasial. Berbagai metode dilakukan untuk menyediakan data dan informasi geospasial dalam mewujudkan sistem manajemen bencana yang handal dan akurat. Beberapa metode tersebut adalah pengukuran GNSS, penginderaan jauh, fotogrametri, dan Sistem Informasi Geospasial (SIG). Metode-metode geospasial dilaksanakan di setiap tahap siklus bencana. Dengan memanfaatkan informasi geospasial maka dapat melengkapi sistem dan proses manajemen bencana dalam hal ketersediaan data yang akurat, efektif, dan terbarukan. Hal ini memudahkan proses diseminasi informasi kebencanaan, baik untk pelaporan, visualisasi kondisi, dan pengambilan kebijakan.
Tujuan Bimtek
- Meningkatkan Kompetensi
Artinya, memberikan pengetahuan dan keterampilon praktis yang bermanfaat langsung di tempat kerja - Penyegaran limu
Artinya, memberikan pembaruan informasi atau perkembangan terbaru bertentangan dalam suatu bidang percepatan laman undang-undang teknologi, atau kebijakan - Standorisasi prosedur
Artinya, meyakinkan bahwa pemahaman dan aplikasi SOP soma di banyak zona atau unit kerja - Meningkatkan kinerja
Para Pemerintah Daerah Dan Swasta Haruslah Memiliki Pengetahuan Dan Pemahaman Yang Optimal Mengenal Opsi Di Atas Untuk Itu Kami Dari Mitra Manajemen Daerah SKT Kemendagri Ditjen Polpum: 01-00-00/635/XI/2018 Mengharapkan Keikutsertaan Pemerintah Daerah Swasta Terkait Untuk Mengikuti Bimtek Analisis Data Geospasial untuk Penanggulangan Bencana dan Tata Guna Lahan 2025/2026